Indie Revolution

Tempat kongkou bagi anak-anak band yang peduli terhadap perkembangan musik indonesia dan kawan-kawan yang masih mencintai Ibu Pertiwi serta bangga menjadi anak Indonesia

Sengaja saya tulis judul diatas dengan tidak menggunakan ejaan bahasa endonesia yang baik….
( klo mau protes, ya silahkan. Bebasss kok….)

Debat Calon Presiden RI. Sebuah isu yang menarik untuk sekedar ditulis dan jadi sebuah wacana.
Yang pertama adalah :

• Kami tidak faham mengapa judul acaranya harus dengan kalimat “ DEBAT CAPRES “.
• Apa yang harus kami tonton dan apa yang harus di perdebatkan ?
• Apakah untuk mengetahui tingkat kecerdasan pengetahuan cawapres, dlm mendiagnosa permasalahan bangsa, lalu memberikan obat yang pas dlm menyembuhkan penyakit bangsa. harus diadu dengan sebuah perdebatkan?
• Jika dalam acara tersebut tidak muncul sebuah wacana perdebatan sebagaimana yg di harapkan oleh para sutradara. Mengapa juga harus di protes?
• Lalu siapakah sebenarnya sutradara sandiwara domokrasi-demokrasian ini ?

Wahai saudaraku sebangsa dan setanah air….
• Kami sebanarnya tidak membutuhkan perdebatan!
• Bangsa ini sebenarnya lebih membutuhkan kita semua bergandengan tangan. Bersatu padu membangun bangsa. Tanpa peduli siapapun elemen kita. ( masih ingatkah akan tulisan bhineka tunggal ika ? )
• Jika dalam acara debat cawapres tersebut terjadi sebuah kesamaan pola pikir dan cara pandang dalam memulai pembenahan bangsa. Mengapakah kita harus kecewa…? ( ini aneh sekali…)
• Kesamaan pola pikir dan cara pandang adalah modal awal yang bagus untuk membangun bangsa kembali. Meskipun metodologinya beda.
• Haruskah dipaksakan sebagaimana kemauan segelintir orang agar terjadi perdebatan yang justrus akan semakin tidak bermutu…, memperkeruh sesuatu yang seharusnya tdk perlu keruh…membodohi dan membohongi anak bangsa kembali dengan sandiwara debat yang memang seharusnya tdk perlu di perdebatkan lagi. ( kalau debat terus, kapan berbuat sesuatu – nya u bangsa ini…??? )
• Demokrasi indonesia adalah demokrasi indonesia. Bukan demokrasi amerika atau bangsa lain yang harus di paksakan pd bangsa indonesia.
• Biarkan bangsa ini berproses untuk menemukan identitas demokrasi yang sesuai dengan budaya bangsa.
• Bersyukurlah bahwa bangsa saat ini bisa menjalankan proses demokrasi yang unik. Yang sejak berdinya bangsa ini belum pernah diadakan pemilihan sebagaimana saat ini sedang kita lakukan.
• Tidak ada yang sempurna dalam sebuah proses, apapun itu wujud sesuatu di dunia ini. ( bukankah menikmati prosesnya itu lbh baik ketimbang hasil ??? )
• Marilah berkaca pada cermin. Cermin itu tidak pernah berbohong. Cermin itu selalu jujur. Jika untuk memimpin diri sendiri saja belum bisa, mengapa harus selalu mengoreksi orang lain…? Jika untuk memimpin keluarga sendiri saja belum becus, mengapa harus mengorek perbuatan dan kelakuan tetangga??? Pemimpin itu amanah dan pasti akan dipertanggungjawankan kelak di kemudian hari. Dan pemimpin itu bukanlah rebutan, gontok-gontokan apalagi perdebatan.
• Marilah mengoreksi diri kita sendiri sebelum kita mengoreksi kekurangan orang lain.
• Jika kita merasa mampu untuk berbuat sesuatu yang lebih baik u bangsa ini. Lakukanlah…dan tidak perlu pamer apalagi takabur ( sombong ). ( Sepi ing pamrih, Rame ing agawe )
• Tidak ada yang Maha Pintar kecuali Dia. Tidak ada yang Maha Tau kecuali Dia. Tiada yang maha Demokrasi kecuali Dia. Tiada yang Maha Pancasila kecuali Dia.

Ya Tuhan…berilah kekuatan hati ini agar tidak semakin sedih melihat kondisi bangsa ini….

• Jika korupsi, kolusi dan nepotisme itu mau dihapuskan di dunia ini, apa itu bisa….? Bukankah itu juga sunatulloh ? kita sebagai manusia dan bangsa hanya berupaya untuk menguranginya…baik melalui pendidikan, penegakan hukum maupun dengan budaya dan dakwah. Buktinya sejak jaman sejarah nabipun telah ada yang namanya korupsi, kolusi dan juga nepotisme. Dan itu terjadi 1600 th lebih yang telah lalu. Dan saat ini, detik pun juga masih ada. Dimanakah letak manusia yang paling hebat di dunia ini yang bisa menghentikan yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme…???? Dan dimanakah letak negara di dunia ini yang tidak terkena penyakit ini…??? Coba tunjukan pada anak bangsa jika ada dan mana buktinya…??? ( kalimat ini tidak untuk mengamini adanya korupsi, kolusi dan juga nepotisme yang sudah kelewat batas ).
• Adakah negara di dunia ini yang sempurna dalam menegakkan demokrasi dan juga penegakan masalah HAM ???
• Adakah negara di dunia ini yang ideologinya lebih bagus di bandingan dengan ideologi PANCASILA ???
• Adakah negara di dunia ini yang kekayaan alam dan budayanya melebihi kekayaan bangsa indonesia ???
• Sayang kebanyakan kita tidak menyadarinya dan mensyukurinya. Bahkan cenderung kufur, lbh suka menuntut banyak hal ketimbang berbuat sesuatu u kebaikan bangsa. ( sudah tau terpuruk malah dibikin tambah terpuruk…)
• Mari sadarilah bersama bahwa hanya melalui kekuatan persatuan dan kesatuan bangsalah yang akan mempu mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan. Dan ingatlah bersama bahwa saat kita merebut kemerdekaan bangsa dari penjajah, kitapun merebutnya dengan kekuatan semangat itu. Bukan dengan semangat merasa paling benar sendiri, paling pandai sendiri, paling cepat sendiri, paling merakyat sendiri, paling berbudi sendiri. Atau apapun yang serba paling….
• Bangsa ini tidak akan pernah bangkit jika keadilan berperikehidupan berkebangsaan ini belum di tegakkan.
• Dan keadilan inipun juga tidak akan bisa ditegakkan jika kita semua belum berkecukupan sandang, pangan dan papan.
• Berkecukupan sandang, pangan dan papan inipun tidak akan pernah terwujud jika perekonomian bangsa kita tidak dikembalikan pada fitrahnya. Kembalikanlah system perekomonian kita pada rakyat dengan membangun kembali kekuatan lumbung desa.
• Lumbung – lumbung desalah yang akan membentuk ketahanan sandang, pangan dan papan seluruh rakyat.
• Berikanlah ruang gerak dan wadah pada seluruh elemen anak muda bangsa untuk berproses. Agar ia fahan akan sejarah bangsanya, faham akan geografis bangsanya, faham akan ideologi bangsanya, faham akan adiluhung budaya bangsanya, faham akan kekuatan dan kekayaan bangsa guna membangun kembali negeri ini.
• Didiklah kami anak bangsa ini dengan kearifan budaya lokal untuk dapat menciptakan kembali semangat nasionalisme melalui spirit primordialisme. Dan adalah sebuah nihilisme jika nasionalisme dibangun dengan tidak menumbuhkan rasa primordialisme terlebih dahulu.
• Bimbinglah kami sebagai anak bangsa agar kami faham dan bangga akan kesukuan tiap diri anak suku bangsa.
• Janganlah kami cekoki budaya barat yang kami tidak mengerti dan membuat kami lupa serta makin tidak tau siapa diri kami.

Teruntuk ibu pertiwiku yang sedang sedih dan tidak tau kapan engkau akan tersenyum kembali….hiks…3x…


Terimakasih ya Tuhan, segala kegelisahanku ternyata sudah Kau beri jawaban yang pasti. Engkau yang Maha membolakbalikan hati. Engkau yang maha mendengar segala keluh kesah dan rintihan hatiku. Bagaimana aku bisa membalas cintamu wahai ya Rabbi…

Back to nature ! itu adalah ketetapan-nya. Dan aku yakin dengan semua skenarioMu adalah yang terbaik untuk-ku. Tiada yang lebih indah dari sebuah kata kebersamaan. Yah..kebersamaan untuk menjadikan satu kembali dalam keluarga besar dinasti SAN & SAS. 

Saatnya untuk mengabdikan diri pada kedua orang tua, nenek, keluarga dan masyarakat. Dan Itu adalah pilihan yang tepat atas petunjukNya. Tiada lagi keraguan didalamnya. 

Hari ini, rabu, 10 juni 2009, 01.36 WIB, aku putuskan untuk kembali lagi ke kampung halaman. Membangun kembali keluarga di dalam rumah yang sederhana, berbaur kembali dengan masyarakat tercinta. Berkumpul dengan anak, istri dan orang-orang yang aku cintai. Tiada yang lebih indah dan sempurna dari semua itu.

Dari desa yang terpencil dalam kabupaten yang kecil, kan ku persembahkan apa yang aku miliki untukmu tanah kelahiranku. Terimalah pengabdianku. Semoga Alloh meridhoi cita-cita dan impianku.


Gagasan ini secara tiba-tiba muncul kembali di saat menjalankan event MTQ ke 31 tingkat propinsi Kaltim 2009, di kota Bontang. 

Terdapat ragam kesenian islami yang bisa di kemas ulang ( re-packaging ), untuk dijadikan sebagai media syiar. Re - Packaging ini yang menjadikan kesenian islam mampu bersaing dalam industri musik, baik di tanah iar maupun di macanegara. Re-peckeging ini meliputi : aransemen musik, syair lagu, stage performance, recording ( mixing, mastering dll ), hingga sampai pada lavel media promo yang harus termenej dg bagus.

Sebagai contoh adalah kesenian Rebana, sholawatan, Hadroh, dan lain-lain belum di tangani dengan maximal oleh para pelaku industri musik islam. Padahal bahan bakunya cukup potensial di berbagai daerah baik di pesantren maupun di daerah-daerah yang basic islamnya kuat.

Secara pribadi, persoalan ini benar-benar menggugah nurani. Bagaimana agar seni dan budaya islam dapat bangkit dari ketertinggalan. Mungkinkah perlu diadakan festival Rebana, Sholawatan, Hadroh dengan lebih serius ? serius dalam konteks hingga sampai pada penggarapan recording, video clip dan promonya. Mungkinkah diadakan Art Mosleem Award ? semacam malam anugerah penghargaan terhadap pelaku seni dan budaya islam yg berprestasi ? lalu siapakah yang pantas untuk memberikan reward tersebut ?  

Jika perkembangan dunia novel islam telah bangkit, dan mulai di sambut dg baik oleh kawan-kawan cineas muda ( Film ). Maka apa yg harus dilakukan oleh kawan-kawan lain yang bergerak dalam bidang seni dan budaya islam sebagaimana tersebut diatas ? mungkin kawan-kawan muda islam harus merapatkan barisan guna menyatukan visi dan misi menuju arah pergerakan pemuda islam yang lebih terarah dan terprogram.

• Saatnya kebangkitan pemuda islam di satukan. 
• Saatnya kebangkita pemuda nasional di kumandangkan.
• Dan saatnya kebangkitan seni dan budaya nusantara di dengungan.
 
Mungkin saatnya kita melepaskan identitas aliran, saatnya melepaskan jubah idealisme, guna meleburkan semangat persatuan dan ukuwah islamiyah serta ukuwah watoniyah. Mengapa ? karena tiada yang maha benar selain Dia, tiada yang maha pintar dan kreative selain Dia. Menghacurkan ke AKU an pada diri tiap-tiap pemimpin organisasi kepemudaan. Baik moslem, non moslem maupun ormas ataupun parpol sekalipun.

Mungkin terlalu klasik kalimat ini “ BERSATU KITA TEGUH DAN BERCERAI KITA RUNTUH “. Namun demikian saya masih meyakininya. Hanya kekuatan bersatulah yang akan menjadikan kita semua bangkin dari keterpurukan. Bangkit dari neo-kolonialisme menuju kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan ini selaras dengan propaganda para Founding Father bangsa kita. Melalui semangat persatuan dan kesatuan inilah bangsa ini terlepas dari penjajahan pada saat itu.

Lalu bagaimana dengan keadaan saat ini ?  

Kita belum MERDEKA !!! dan kita masih TERJAJAH !!!

Pendidikan kita masih terjajah oleh konsep-konsep yang mengglobal. Pedidikan kita belum mengakomodir kearifan lokal. Pendidikan kita belum mampu menjadikan anak bangsa bangga dengan dirinya, budayanya, sejarahnya, bangsanya. 

Budaya kita masih terjajah oleh media barat yang mengagungkan hingar bingar materialisme. 
Agama kita juga masih terjajah oleh sekularisme yang menyesatkan. 

Politik kita juga masih terjajah pada kepentingan segelintir orang dan golongan. Dimana politik yang mengedepankan kepentingan dan keberpihakan pada seluruh rakyat pada saat ini ? 

Ekonomi kita juga masih terjajah dengan ekonomi kapitalis yang telah meluluhlantak-kan kaum minoritas. Dimana letak ekonomi kerakyatan yang di dengungkan ? Jika Bung Karno sempat mengajarkan kita tentang apa yang di sebut dengan MARKHAENISME. Maka sesungguhnya sebelum itu semua lahir, Kie Noto Sabdo juga telah mengajarkan apa yang di sebut dengan Ekonomi Gotong Royong dan juga Lumbung Desa. Inti dari ajaran itu sebenarnya adalah bagaimana kita secara pribadi memulai untuk membentuk ketahanan sandang, pangan dan papan terlebih dahulu. Sebelum bangkit untuk mengembangkan usaha apapun. Bagaimana kita mau bangkit jika pangan saja kita masih kekurangan, sandang saja Cuma satu di badan dan papan saja masih ngontrak ? hiks…2x menyebalkan sekali…..

So…, mari kita merdekakan diri kita sendiri terlebih dahulu agar kita bisa lepas dari penjajahan kebodohan, penjajahan ekonomi, penjajahan spiritual, agar kita bisa merdeka dengan sesungguhnya. Kita bisa merdeka untuk ber-existensi, ber-aktualisasi, ber-expresi. 

Dan esensi dari kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kita mampu menjadikan orang lain merdeka dan tdk lagi terjajah oleh hal-hal tersebut diatas. 

Selamat datang era perjuangan!
Selamat datang era pengabdian!



Indie Revolution

Indie Revolution
The United Indonesian Indie Revolution

Menurut kamu, perkembangan musik indonesia secara KUALITAS bagaimana ?

Mengenai Saya

Foto saya
Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia
Tanah Airku, Tumpah Darahku, Aku mencintaimu Ibu Pertiwi

About this blog

Sebuah dedikasi atas kecintaanku di dunia Event Organizer, Perkembangan seni dan budaya bangsa serta kecintaanku pada Ibu Pertiwi.

Pengikut