Indie Revolution

Tempat kongkou bagi anak-anak band yang peduli terhadap perkembangan musik indonesia dan kawan-kawan yang masih mencintai Ibu Pertiwi serta bangga menjadi anak Indonesia


Memperingati 101 th Kebangkitan Nasional, yang akan di laksanakan pada tgl 20 Mei 2009, menorehkan sebuah kajian yang mendalam yang perlu di telaah sebagai kritik bagi tiap-tiap individu anak bangsa.

1. Apa yang telah aku persembahkan untuk Bangsa / Masyarakat ?
2. Apa yang aku tau dari bangsaku yang menamakan dirinya sebagai bangsa “Endonesia” ?
3. Seperti apa Ideologi bangsa-ku dan sejauh mana aku memahaminya ?
4. Seperti apa keadaan bangsa-ku saat ini ?
5. Kapan bangsa - ku memiliki masa kajayaan sebagaimana layaknya bangsa-bangsa lain yang pernah jaya dan selalu di banggakan oleh para generasinya.
6. Siapa tokoh bangsa - ku yang patut aku hormati, aku junjung tinggi dan aku kenang atas jasa – jasanya ?
7. Mengapa warna bendera ”bangsa Endonesia” merah putih ?
8. Mengapa nama bangsa – ku ” Indonesia ” sementara semua lafal / ucapan masyarakat menyebutnya dengan sebutan ” Endonesia ” ?
9. Mengapa harus Jakarta sebagai nama dan ibukota bangsa – ku ?
10. Mengapa Pacasila harus di simbulkan dengan gambar BURUNG GARUDA ?
11. Mengapa harus ada kalimat ” BHINNEKA TUNGGAL IKA ” ?
12. dan segudang pertanyaan lain yang menggelitik dan membuat tidur menjadi sedikit gelisah.

Dan disisi lain, banyak kalimat yang indah yang sering kita baca dan kita dengar seperti :
1. ” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG FAHAM AKAN SEJARAHNYA ”
2. ” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MEMPU MELAHIRKAN GENERASI YANG BANGGA AKAN BANGSANYA SENDIRI DAN MENCINTAI BUDAYANYA SENDIRI ”
3. ” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MEMILIKI IDEOLOGI LUHUR, BERKARAKTER, MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWANNYA, DAN MAMPU MENJAGA HUBUNGAN DENGAN TETANGGANYA ”
4. ” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MAMPU MENSYUKURI POTENSI BANGSANYA SENDIRI ”
5. ” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MAMPU MEMBERIKAN CAHAYA KEHIDUPAN BAGI MASYARAKATNYA DAN JUGA BANGSA LAIN ”

Dan Bagiku :
” BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG SADAR AKAN DIRINYA SENDIRI, TAU AKAN DIRINYA SENDIRI, KENAL AKAN DIRINYA SENDIRI, MENGENAL AKAN DIRINYA SENDIRI DAN TAU SIAPA JATI DIRINYA ”.

1. Bagaimana aku akan tau siapa JATI DIRI Bangsaku, sementara aku juga tidak MENGENAL seperti apa Negaraku ?
2. Bagaimana aku akan tau siapa JATIDIRI Bangsaku, sementara aku juga tidak KENAL seperti apa Negaraku ?
3. Bagaimana aku akan tau siapa JATIDIRI Bangsaku, sementara aku juga tidak TAU seperti apa Negaraku ?
4. Bagaimana aku akan tau siapa JATIDIRI Bangsaku, sementara aku juga tidak SADAR diNegara mana aku tinggal ?
Dalam tafakurku aku luluhkan kesadaranku, kebaradaanku, keadaanku dan semua keakuanku. Hingga aku menemukan sesuatu yang membuat linangan airmata mengalir seketika, dan dada terasa bergetar dahsyat.
” Betapa bangsaku saat ini telah kehilangan jati dirinya, tidak tau siapa dirinya, tidak kenal siapa dirinya bahkan tidak mengenali siapa dirinya ”.

Bangsaku lebih membanggakan tokoh bangsa lain ketimbang tokoh / pahlawan bangsanya sendiri. Peringatan hari Kartini hanya di jadikan sebuah kamuflase. Rame-rame memakai kain kebaya dan menggunakan belangkon. Sementara itu aku tak tau seperti apa perjuangan R Kartini dan tak kenal adat jawa yang ” Adiluhung ”.

Bangsaku telah ”berkiblat” pada bangsa barat, tanpa tau kemana sebenarnya kiblat yang ”sesungguhnya” yang harus di jadikan fokus hingga aku yakin bahwa ideologi bangsaku jauh lebih ”beradab” dibandingkan dengan bangsa-bangsa barat sebagaimana Soekarno doeloe bangga dengan PANCASILAnya.
Ketika baliau tau bahwa PBB di bentuk demi segelintir golongan, dengan tegas beliau membentuk organisasi tandingan yaitu negara nonblok yang kemudian di tegaskan lagi dengan menjalin persatuan dan kesatuan negara Asia dan Afrika, hingga tercetus apa yang di sebut dengan konferensi asia afrika.
Lahirnya inspirasi inipun bukan sekedar soekarno adalah tokoh pemersatu bangsa, melainkan beliau faham betul sejarah bangsanya. Bukankah patih Gadjah Mada (Majapahit 13-14m) juga pernah berikrar ” tidak akan makan enak dan tidur nyenyak sebelum NUSANTARA BERSATU ” ?

Betapa tokoh-tokoh besar sungguh sangat mencintai rakyatnya dibandingkan dengan dirinya sendiri.
Dan betapa Rasullullah SAW –pun begitu sangat mencintai umatnya. Sebagaimana dikisahkan ketika Rasulullah SAW sedang menjemput ajal dan beliau baginda selalu mengucapkan ” umatku….umatku….umatku….. ” inilah the real ” DAKWAH BIL KHALK ” yang sungguh sangat dahsyat cahayanya. Dan inilah tokoh yang keharuman namanya seperti wangi surga yang akan selalu di kenang dan dibanggakan oleh masyarakat, bangsa maupun umatnya.
Lalu bagaimana dengan tokoh – tokoh bangsa kita pasca soekarno ?

Ketika aku sadari bahwa aku telah bersemayam di buni Nusantara ( endonesia ), dimana secara gografis aku telah berada pada kehidupan yang disebut ” PUSARAN BUMI atau JANTUNG BUMI ” yang bukti kongkritnya adalah terlewatinya kurun waktu 24 jam di bagi dua yaitu 12 jam siang hari dan 12 jam malam hari. Dimana bangsa lain tidak memiliki waktu yang persis sebagaimana bumi yang aku pijak.
Memiliki iklim yang sangat bagus di bandingkan dengan bangsa manapun di dunia hingga nenek moyang kita menyebutnya dengan sebutan kalimat ” TANAH JAWA YANG GEMAH RIPAH LOH DJINAWI ” kemudian musisi kawawakan ” KOES PLUS ” menegaskan kembali dengan kalimat ” TONGKAT DAN KAYU JADI TANAMAN ”.
Sunggung hal tersebut adalah benar adanya. Dan sungguh hal tersebut adalah nilai lebih yang Tuhan berikan pada bangsaku.
1. Lalu mengapa aku tidak menyadarinya?
2. Mengapa bangsaku selalu dilanda krisis ?
3. Mengapa sistem pendidikan bangsaku sedemikian parah dan acurnya?
4. Mengapa politik bangsaku sedemikian biadabnya ?
5. Mengapa uang menjadi Tuhan dalam kehidupan bangsaku ?
6. Mengapa rasa Nasionalisme hilang dan berganti menjadi keangkuhan primordialisme ?
7. Mengapa harus rakyat kecil yang menjadi korban kebiadaban bangsaku?

Sungguh :
1. Rakyat membutuhkan ” Perlindungan” yang tulus bukannya perlakuan yang tidak adil dan kesemena-menaan.
2. Rakyat membutuhkan uluran ” Kasih Sayang ” ditengah penderitaan tak berujung kapan berakhirnya.
3. Rakyat membutuhkan ”Petunjuk” yang jelas untuk memperbaiki perikehidupannya, bukannya pertunjukan dagelan yang di sodorkan.
4. Rakyat membutuhkan tokoh ” Pemersatu” bangsa yang mampu memberikan suri tauladan yang luhur, berjiwa besar, mencintai rakyatnya dan mempu memakmurkan umatnya.

Aku tidak akan peduli mau ada berapa ribu partai berada dalam pemilu nanti.
Yang aku pedulikan adalah bagaimana para pemimpin nanti sanggup melakukan :
1. Mengambalikan sengat persatuan dan kesatuan bangsa kembali utuh dan tidak bercerai berai sebagaimana sekarang sedang terjadi. Bukankah agamaku Islam juga telah mengajarkan betapa persatuan dan kesatuan ”berjamaah” jauh lebih mulia di bandingkan dengan kesendirian dan ke individu-an ?
2. Mengembalikan Ekonomi ” kerakyatan ” pada tempatnya dan menghilangkan kapitalisme, membunuh liberalisme serta memenjarakan komunisme. Hingga apa yang di sebut dengan ” kemitraan ” dan ” gotong royong ” kembali aku rasakan sebagai salah satu sejatinya perilaku adiluhung bangsaku.
3. Menanamkan dan menumbuh kembangkan kembali ” jiwa patriotisme ” dengan semangat ” PANCASILA dan 45 ” pada diri generasi bangsa dan seluruh elemen masyakat.
4. Mendidik anak bangsa dengan ajaran ” MORAL YANG ADI LUHUNG ” melalui pengetahuan keagaan yang benar, mencintai adat dan budaya, memahami sejarah dan menguasai teknologi, ekomoni dan politik.

HuAllahu a’lam bi sauwab….
Nampaknya bangsaku-pun sedang menjalankan kodrat-Nya, menjalankan sekenarioNya.
” Dari tidak ada menjadi ada dan kembali tidak ada ”
” Pertumbuhan bangsaku telah sampai pada masanya hingga akan sampai pada masa dimana ketika bangsa ini hendak di dirikan ”
1. Sriwijaya hanya satu abad kejayaan yaitu 6 – 7M
2. Majapahit pun sama satu abad kejayaan yaitu 13 – 14 M
3. Indonesia hampir satu abad bediri yaitu ” 1945 – 2015

Mungkinkah aku sedang menanti kehancuran bangsaku ?
Ataukah perlu ada ” RUWATAN ” sebagaimana adat jawa jika ada anak kecil yang sakit-sakitan harus di ganti namanya ?
Mungkinkah Indonesia perlu di ruwat menjadi NUSANTARA sebagaimana sejarah Sriwijaya dan Majapahit menyebutnya Nusantara, ”Nusa” = Pulau dan ”Atara” = jarak ?

” BERSATU KITA TEGUH BERCARAI KITA RUNTUH !!!!! ”


menunggu kolo mongso merupakan laku spiritual yang menyita energi lahir dan batin penuh dengan kepasrahan dan kesabaran….

dalam kepasrahan ada ikhtiar dan jihad yg membara….dan dalam kesabaran ada syukur yang tiada hentinya…..

kehadiran satrio piningit yang dinanti oleh bangsa kita, yang akan membawa pada dunia yang di sebut sebagai “ratu adil” telah mengerak, menjadikan sebuah mimpi terpatri dalam keyakinan akan hadirnya dalam realita berperikehidupan, berkebangsaan dan bernegara.

satrio piningit bukanlah sebuah rekayasa….ia hadir karena kehendak Tuhan, Tuhan menghendaki karena umatnya membutuhkan….dan mendoa, memohon….kehadirannya menjadi pengayom bagi semua kalangan. manjadi suri tauladan bagi siapapun…dialah miniatur figur Rosullulah SAW, dalam konteks ruang dan waktu yg berdeda.

inilah esensi satrio piningit yang selama ini menjadi wacana dalam ruang publik kita. lain halnya dengan wacana yang ingin saya tulis dalam blog ini…

satrio piningit yang sebenarnya adalah kita semua, seluruh elemen masyarakat, siapapun itu tanpa pandang bulu…

ia mampu meneberkan kebaikan dimanapun ia berada. ia sadar betul akan existensi diirnya di dunia ini. mengemban amanah TUhan yang pertama yaitu berusaha semaximal mungkin untuk jadi abdullah yang terbaik. sebagai konsekwensi akan ikrar yang telah ia sampaikan 3000 th lalu ketika ruh masih berada dalam alam laufulmahfud.

ia mampu berfikir revolusioner namun tetap membumi. ia sangat visioner dan berkarakter namun demikian ia tetap bersahaja dan bijaksana. menguasi azimat yang di sebut ” AZIMAT ASTO BROTO ” delapan titik cakra yang telah melebur dalam dirinya.

memahami sejarah dan mampu mengambil intisarinya serta mampu mengamalkannya. well come satrio piningit !!!


Perkembangan band di tanah air telah merebak sedemikian rupa, baik di daerah-daerah maupun di kota-kota besar. Angka yang fantastis ini ternyata tidak sebanding dengan jumlah mayor, minor maupun indie label yang ada. 20.000 band indie yang ada ( dan akan terus bertambah ) adalah aset bangsa. siapakah yang perduli dengan perkembangan mereka ? sangad sedikit jawabnya.  beberapa perusahaan swasta peduli terhadap mereka yang berprestasi, lalu..., berapa jumlah band yang berprestasi, jika di bandingkan dengan mereka yang masih membutuhkan bimbingan dan pengarahaan ?

Jika dikaji dan di cermati secara arif dan mendalam. yang di butuhkan oleh mereka semua adalah sebuah wadah yang peduli dan mampu memanusiawikan mereka sebagai anak bangsa yang perlu bimbingan dan arahan. 
- mereka butuh berexpresi....
- mereka butuh beraktualisasi....
- mereka butuh berexistensi....

permasalahan hingga detik ini adalah belum terdapat wadah yang mampu menampung mereka semua. padahal angka yang sedemikian dahsyatnya adalah potensi yang luar biasa bagi orang yang mau berfikir.

Lalu mengapa saat ini juga banyak karya-karya musik yang instan bermunculan setiap minggu........, Bangsa merindukan kehadiran band yg membumi, yg mampun mengangkat citra bangsa di belahan dunia........, berkarya dg hati dan kejujuran dan bukan berkarya karena tuntutan industri....

INDIE REVOLUTION adalah sebuah wacana untuk dapat sekedar membangun wacana baru, mengembalikan status band ini menjadi kaum seniman musik dan bukan kaum " the selebritis yang bau tengik " . kaum seniman musik yang berpegang teguh pada falsafah seni. kaum yang melalui karya-karyanya, menjadikan publik tersadar akan suatu hal, baik cinta, persahatan, perjuangan, pengorbanan, ketuhanan dll.

INDIE REVOLUTION adalah sebuah wacana baru bahwa dalam komunitas ini tdk akan ada perdebatan ttg konsep indie itu sendiri. INDIE dalam konteks ini hanya akan kita ambil NILAI-NILAI SPIRITnya. bahwa Indie berasal dari sebuah kata INDEPENDENT ( merdeka ). 
misinya-jelas dan terarah : 
- bagaimana kita secara bersama-sama mampu memperjuangkan existensi kita sebagai anak muda ( terutama anak band )
- bagaimana kita agar dapat ber-expresi dengan bebas dg tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa.

dan mengapa perkembangan indie di bangsa kita yang sedemikian hebohnya tdk bisa menjadi kekuatan yang dahsyat seperti di amerika dan eropa ? ( hingga Sony music harus marger dg BMG )
padahal hampir di setiap daerah telah terbentuk kantong-kantong budaya indie yang memiliki program bagus...??? dan dunia swastapun cukup banyak memberikan angin segar terhadap komunitas ini. bahkan telah sampai pada level REBUTAN komunitas !!!!!!

jawaban-nya jelas sekali : 
karena gerakan indie di tanah air masih berjalan secara sendiri-sendiri.
belum ada wadah yang mempu menyatukan mindsett mereka. Hingga mampu menjadi satu kekuatan besar persatuan dan kesatuan anak muda bangsa (band)

Dan INDIE REVOLUTION ini terlahir untuk menjadi jembatan solusi atas masalah dan kebutuhan perkembangan band di tanah air....., 

SERTA munculnya program REGULLAR SUSTAINABLE EDUCATIVE adalah salah satu jawaban atas permasalahan dan kebutuhan band indie tersebut...........

APA ISI PROGRAM REGULLAR SUSTAINABLE EDUCATIVE DALAM INDIE REVOLUTION INI ?
akan kita bahas pada diskusi-diskusi berikutnya.

Siapkah band kamu bergabung bersama kami...??? 
Selamat Berproses, Selamat Berkarya, Selamat Berjuang !!! 
Hidup Band Indie Indonesia !!!

Wahono / Pay

Indie Revolution

Indie Revolution
The United Indonesian Indie Revolution

Menurut kamu, perkembangan musik indonesia secara KUALITAS bagaimana ?

Mengenai Saya

Foto saya
Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia
Tanah Airku, Tumpah Darahku, Aku mencintaimu Ibu Pertiwi

About this blog

Sebuah dedikasi atas kecintaanku di dunia Event Organizer, Perkembangan seni dan budaya bangsa serta kecintaanku pada Ibu Pertiwi.

Pengikut