Resensi buku
Judul Asli buku :
So, You Wanna Be A Rockstar ? Wujudkan Impianmu Dalam Dunia Musik.
By : Stephen Anderson – 1999
Published by Beyond Words Publising, Inc
Alih Bahasa oleh : Ribka
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama – Jakarta 2003
Proses kreatif bisa jadi sangat membosankan, tetapi semua itu akan ada imbalanya kalau kamu tetap focus dan bekerja keras. Semua kembali lagi pada rasa percaya diri dan sikap pantang menyerah.
Kerja keras, penuh dedikasi, dan percaya pada impian kamu akan membawamu kemanapun kamu ingin melangkah.
Satu hal paling asyik tentang musik adalah semua orang pasti dapat tempat.
Kemudian satu hal lagi yang oke tentang memilih karier dibidang musik adalah waktumu bakal panjang sekali. Sebagai contoh : Rolling Stones, meski sudah tua mereka tetap menggelar pertun jukan di penjuru dunia. Mereka telah meniti kebersamaan selama hampir 40 tahun.
Ingin jadi bintang ?
Lihat syarat – syarat yang harus kalian penuhi, diantaranya :
1. Bangun pondasi yang kuat untuk mewujudkan impian kamu
a) Awali dengan niat yang baik demi kemujuan pribadi kamu
b) Imbangi dengan tekad yang kuat. Tekad berasal dari bahasa arrab yaitu iqtikad yang artinya keyakinan. Keyakinan yang membara dan terus menerus di kobarkan akan melahirkan sebuah kata ” Nyali ”. Nyali inilah yang akan mendorong jasad atau raga tergerak untuk melangkah melakuka sesuatu sesuai dengan niat.
c) Mensucikan niat yaitu proses pola pikir kearifan yang akan mengantarkan diri pada jalan kebenaran yaitu jalan keIlahian atau jalan keTuhanan. Mensucikan niat ini menjadi penting pada era sekarang. Dimana kebanyakan manusia lebih suka menghalalkan segala cara demi teriptanya cita-cita yang di impikan.
2. Memberitahukan impian kamu pada orang-orang terdekat
a) Orang tua : memohon ijin dan doa restu pada orang tua. Dengan berkomitmen bahwa proses ngeband kamu tidak akan mengganggu aktifitas belajar maupun tugas dari oang tua. Dalam hal ini senjata andalan kamu adalah bagaimana kamu bisa mendisiplinkan diri dengan baik agar oang tua dapat mengetahui bahwa impian kamu benar-benar serius.
b) Saudara
c) Kerabat dan teman
Hal ini perlu dilakukan agar dalam proses mewujudkan impian kamu mendapatkan dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekeliling kamu.
3. Memulai membentuk band. Dengan melihat instrumen dasar yang di butuhkan dalam sebuah band yang terdiri dari piano / keyboard, gitar, bas dan drum. Ke-empat instrumen ini yang di sebut dengan QUARTET.
4. Permasalahan yang sering di hadapi ketika hendak mewujudkan sebuah impian adalah tersedianya angaran yang terbatas. Atas masalah ini kamu mesti melakukan dua hal yang wajib di lakukan yaitu ; membuat jaringan kerja dan berfikir kreatif.
Selengkapnya baca bukunya ya....semoga tambah wawasan dan tambah pula semangatnya untuk mewujudkan cita-cita bermusik hingga jadi para bintang.
Post by The United Indie Revolution
Punya band dan pengen cepet ngetop ? Nggak punya duit buat bikin promo jor-joran ? Yuk…. coba tips dibawah ini
1. Rekam sebuah lagu
Langkah awal buat jadi band tenar adalah punya kemampuan bikin lagu. Coba ajak temen-temen buat masuk studio dan rekaman. Demo aja dulu. Kalo ternyata hasilnya nol besar, berarti band kita nggak punya bakat ngetop.
2. Perhatiin omongan orang dekat
Kelar punya lagu, tinggal cari feedback. Bawa rekaman lagu lo dan perdengarkan ke orang terdekat. Keluarga dan pacar jelas harus dikasih dengar. Abis itu, perdengarkan ke guru dan teman-teman. Bahkan, kalo perlu kasih denger ke ibu kantin. Coba tanya, gimana pendapat mereka. Masukan dari mereka, bisa dipake buat memperbaiki lagu kita. Inget, jangan cuma denger komen yang bagus-bagus. Biasanya, yang jujur itu adalah temen yang mau kasih komen jelek.
3. Buat halaman di Myspace.com
Udah punya lagu sendiri? Sekarang coba promosiin lagu kita di Myspace.com. Situs ini luar biasa ampuh. Banyak banget band tenar yang udah mengalami sendiri keampuhannya.
Cara bikin halamannya gampang, kok! Langsung dateng aja ke http://www.myspace.com dan cari tau cara bikin halaman di sana. Nggak rumit, deh!
4. Bikin desain yang menarik
Perlakukan halaman Myspace band kita dengan spesial. Coba bikin desain yang menarik. Yang membuat guest mau berlama-lama mengulik halaman kita.
Perbanyak foto dan gambar. Tapi, resolusinya jangan kegedean. Takutnya, lama pas dibuka. Terus, tulisannya juga harus tepat guna. Nggak perlu panjang-panjang. Yang penting langsung mengena.
5. Pertajam kemampuan menulis lagu
Sekarang, band kita udah punya etalase lagu. Artinya, kita harus makin rajin bikin-bikin lagu buat di upload ke Myspace.
Sukur-sukur ada lagu yang bisa nyantol di kuping A&R label yang iseng browsing ke halaman kita.
Cara mempertajam kemampuan bikin lagu ada banyak. Baca banyak puisi dan buku-buku bermutu bisa jadi pilihan. Jangan lupa sering-sering denger lagu berkualitas. Siapa tau ketularan.
6. Cari gigs
Langkah berikutnya adalah bergerilya cari gigs. Tujuannya, apalagi kalo bukan membuktikan bahwa band kita gape juga manggung.
Untuk yang satu ini emang susah-susah gampang. Kalo kebetulan deket sama EO, kita bisa minta diselip-selipin. Tapi, kalo nggak, emang harus berjuang keras. Mencoba sebaik mungkin buat lolos audisi.
Makanya, jangan lupa latihan. Coba mainkan lagu sebaik mungkin. Lantas, pikirkan juga koreografi panggung. Film-film kayak School of Rock bisa jadi acuan.
7. Sewa stylist
Panggung bukan studio. Penampilan tetap yang utama. Bagaimana memperbaiki penampilan? Pertanyaan ini memang rada susah dijawab.
Solusinya, coba dekati teman yang kamu anggap paling keren dandanannya. Minta dia membantu memperbaiki penampilan anggota band kita. Kalo perlu bayar. Tapi, tetep dengan harga temen. Jangan lebih dari Rp. 50.000. Toh, dia cuma ngasih nasehat!
8. Selalu bersikap ramah
Penampilan udah oke, sekarang soal attitude. Meskipun band kita ngerock atau malah metal sekalian, bukan berarti kita harus bersikap kurang ajar. Cobalah bersikap ramah. Siapa tau, banyak EO yang suka sama kita. Ujung-ujungnya, dikasih banyak job, deh!
9. Cari manajer yang teruji
Sekarang, kita butuh manajer. Cari yang paling sesuai. Yang udah terbukti bisa bikin sukses band lain.
Coba deh liat band di daerah kamu yang paling maju. Baik secara job maupun imej. Dekati manajernya dan minta dia jadi manajer kita. Rayuannya harus agak maut biar dia tergoda.
10. Habiskan waktu dengan orang yang lebih pinter
Jangan kebanyakan nongkrong sama temen-temen yang culun. Mendingan, mulai bergaul sama anak band yang berpengalaman. Coba pelajari cerita sukses mereka. Dengan begitu, nongkrong pun bisa dapet ilmu.
11. Siapkan banyak lagu dan upload ke podcast
Setelah mendapat masukan dan sentuhan dari berbagai kegiatan tadi, coba pilih lagu-lagu bikinan kita yang terbaik dan rilis di podcast. Kalo bisa, lagunya diganti setiap minggu. Biar yang denger punya banyak pilihan, jack!
12. Bikin mailing list dan sebar info
Cara paten buat jadi tenar adalah mem-brainwashed orang dengan berita terus-menerus. Makanya, coba bikin mailing list.
Lantas, coba kirim update berita tentang band kita ke semua email yang kita tau. Lakukan terus-menerus. Biar orang-orang makin aware sama band kita.
13. Bikin klip
Kalo ada uang lebih, coba aja bikin klip sendiri. Bujetin klipnya nggak lebih dari 5 juta perak. Bikin semaksimal mungkin.
Dan, masukin ke MTV atau TV-TV daerah yang mau masang gratisan. Biar sering diputer, klipnya jangan terlalu idealis. Jangan juga yang porno-porno. Nanti malah kena sensor.
14. Rock on!
Selama ngerjain itu semua, kita harus rock on! Kalo nggak, kita nggak bakalan bisa jadi rockstar. Setuju?
Reposting by The United Indonesian Indie Revolution
1. Tidak memiliki tujuan
Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas.
Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.
2. Tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan
Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah “proses” untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari “proses” yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan “perangkat” khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional.
PRESS KIT/PROMO PACK
• Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band
Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)
• Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis,
termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang
mereka kerjakan, dan sebagainya.)
• Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan
oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
• Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis
yang termuat dalam demo mereka.
• Foto artis.
• “Write-ups.” (Berbagai kisah menarik atau resensi yang
ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan
tentang mereka di radio maupun televisi).
MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.
DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya
memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat “perhatian” untuk dikontrak label rekaman.
Pernahkah Anda mendengar orang berkata, “saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka.” Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu “tampil” sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak
tempat!
Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.
3. Tidak memiliki seseorang untuk memandu karier
Salah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing.
Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena “teman-teman” ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah.
Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.
4. Menunggu untuk ditemukan
Jika Anda “menunggu untuk ditemukan,” saya punya satu pertanyaan sederhana…
“APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?”
Ini seperti berkata, “Saya sedang menunggu sukses!” Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: “Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!” Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG!
Demand discovery, never wait for it!
5. Kurang berdedikasi
Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum “keajaiban” terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan “keajaiban” tersebut.
6. Benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan
Oke, berikut ini adalah; “3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!”
• Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
• Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
• Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu? Sebagai langkah awal anda dapat mempromosikan Band anda disini di Simphony Music, Selain gratis cara ini memiliki kelebihan yaitu dengan ber Promosi secara online maka Band anda tidak hanya dikenal secara Local tapi akan dikenal secara Global!
7. Lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!
Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)
8. Tidak memiliki komitmen jangka panjang
Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi “beneran” selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!
9. Tidak serius
Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!
10. Tidak berbakat sama sekali
Salah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo “sampah” yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan “sampah” tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.(rizky)
Reposting by The United Indonesia Indie Revolution
Bangsa Indonesia yang telah mempunyai dasar falsafah luhur, tentunya merupakan lahan mudah untuk mengembangkan agama apapun dalam arti lebih mudah membentuk atau memantapkan aklaq yang tinggi dan budi mulia melalui budaya bangsa sendiri.
Untuk mewujudkan impian bangsa Indonesia yang adil dan makmur dengan tiadanya diskriminasi dalam segala bentuk dan tiadanya pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Untuk itu Indonesia harus mempunyai pemimpin yang memenuhi persyaratan yang tertuang didalam ; “ HASTA BRATA “ (delapan laku/watak) Antara lain :
1. Watak Kisma/Tanah : Seorang pemimpin harus selalu mempunyai rasa welas dan asih kepada siapa saja yg membutuhkannya. Sebagaimana watak tanah selalu akan memberikan hasil pada siapa saja yang menanaminya.
2. Watak Tirta/Air : Seorang pemimpin harus bertindak adil, kepada siapa saja, selalu bersahaja tidak menyombongkan diri atau tidak sombong dan dapat menerima pendapat orang lain.
3. Watak Samirana/Angin : Seorang pemimpin selalu memperhatikan bawahannya dan menempatkan dirinya dimanapun ia berada, seperti angin yang menelusuri luasnya alam di sekitarnya.
4. Watak Samodra/Lautan : Seorang pemimpin harus luas cara berpikirnya dan mempunyai kesabaran serta mampu mengatasi segala persoalan baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan semuanya diatasi dengan penuh kebijaksanaan, seperti samodra raya yang mampu menampung segala masukan dan tak pernah meluber/tumpah.
5. Watak Candra/Bulan : Seorang pemimpin ha rus Selalu memberi penerangan/pencerahan kehidupan kepada bawahannya atau keluarganya dan meningkatkan kepandaian rakyatnya sampai ke kawulo alit dan terpencil untuk mewujudkan pemerataan dalam kehidupan pada kawulonya/rakyatnya/bangsanya.
6. Watak Baskara/Matahari : Seorang pemimpin harus selalu memberi kekuatan kepada para kawulonya/rakyatnya yang membutuh kan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat kecil/kawulo alit.
7. Watak Dahana/Api : Seorang pemimpin harus selalu adil dan jujur dalam memutuskan hukuman bagi kawulo/rakyat yang melanggar hukum, tidak memandang derajad, pangkat dan kedudukannya, semuanya diperlakukan sama dalam hukum tidak pandang bulu dalam pengetrapannya.
8. Watak Kartika/Bintang : Seorang pemimpin harus teguh dan sentosa dalam pendiriannya yang tidak mudah digoyahkan oleh angin. Sabdha pendita ratu tan kena wola-wali, artinya harus menepati pada janji yang diucapkan tidak boleh bohong atau membohongi rakyatnya/kawulonya.
Kata-kata “ ADI LUHUNG “ artinya kata-kata yang mempunyai makna tinggi/luhur, banyak bertebaran dalam falsafah Jawa yang berkembang menjadi falsafah bangsa Indonesia, seperti :
“ OJO NJIWIT YEN ORA GELEM DI JIWIT ” ( jangan menyakiti orang kalau tidak mau disakiti ) Intinya mengajak pada perdamaian dalam hidup bersama, dengan tanpa membedakan keyakinannya atau warna kulitnya, jangan membuat kecewa hati orang lain jika tidak mau dikecewakan hatinya.
“ OJO GAWE GELANING ATINING LIYAN “ (jangan membuat kecewa hatinya orang lain) Falsafah ini mengajak untuk menjaga perasaan hati atau bertoleransi dengan orang lain yang intinya juga mengajak perdamaian, menghindarkan pertentangan maupun perbuatan tercela lainnya, sehingga dapat menyebabkan orang lain menjadi kecewa karena perbuatannya.
“ MENANG TANPA NGASORAKE “ ( menang tidak membuat malu orang yang dikalahkan ) Menyelesaikan perkara atau masalah dengan perundingan yang didasari pada niat baik un tuk tidak saling merugikan satu sama lainnya, sehingga tidak membuat malu orang lain karena masing-masing harkat dan martabatnya merasa dihargai dengan falsafahnya :
“NGLURUK TANPA BALA “ ( berjuang tanpa harus menunggu dukungan ).
“ PERANG TANPA TANDING “ ( menyelesaikan masalah dengan cara damai ).
“SAKTI TANPA AJI” ( jadi teladan tanpa kekuasaan/kedudukan).
“SUGIH TANPA BANDA” ( selalu mensyukuri karunia Allah ).
“ TEPO SELIRO “ ( tenggang rasa – tahu diri – menghargai hak orang lain ) Seluruh falsafah tersebut mempunyai tujuan agar manusia didalam setiap tingkah lakunya untuk selalu menjaga lidahnya atau ucapannya yang buruk atau yang dapat menimbulkan pertentangan dengan orang lain atau membuat orang merasa sakit hatinya atau kecewa.
“MANGAN ORA MANGAN YEN NGUMPUL” (makan tidak makan asal bersatu). mempunyai makna “meskipun kita ada perselisihan paham bagaimananpun juga besarnya, kita tetap bersatu dalam suatu keluarga” kalau diperluas artinya ” Meskipun kita saling berbeda paham, suku, agama dan kepercayaan, tetapi kita tetap harus bersatu dalam wadah NKRI’ artinyA “BHINEKA TUNGGAL IKA DALAM WADAH NKRI’.
Posting by ; Djawara Putra Petir, MP., SH., MH. | Advokat & Lawyer
Reposting by : The United Indonesian Indie Revolution
Kata Indie ialah berasal dari kata Independent. Tetapi harus dibedakan antara independen sebagai:
(1) status artis/band atau minor label yang tidak dikuasai/dikendalikan major label
(2) independen dalam konteks indie sebagai subkultur dan genre musik
Pengertian (1), Dimulai sejak awal abad 20 dengan kemunculan minor label seperti Vocalion atau Black Patti yang kala itu berupaya mengikis dominasi major label semacam Victor, Edison, dsb. Walaupun independensi pada pola dan jaman itu tidak menjalin akar.
Dan pengertian (2), Bertendensi serupa sebagai antitesis mainstream dengan merilis musik kaum minoritas seperti blues, bluegrass, dsb. Tapi saat itu yang terjadi sekadar rivalitas antara kapital kecil melawan kapital besar dan pergerakannya tidak bersifat integral.
Lalu di era 50-an mulai berkembang wacana independen untuk memerdekakan kreativitas dari intervensi kepentingan industri. Kendati demikian, kondisi yang tercipta tidak menghasilkan karakter signifikan. Bipolarisasi terhadap arus utama belum terwujud. Mereka memang berproduksi secara minor tapi iramanya masih mengacu ke pola major label juga. Walaupun bermotif kebebasan berekspresi, mereka hanya independen secara kapital dari major label namun orientasi musiknya tetap setipe major label.
Kecenderungan awam dalam menyikapi istilah indie adalah menyamaratakan semua yang independen sebagai “indie”. Dengan demikian itu hanya bertumpu ke unsur kata (independen) saja sebagai kemerdekaan secara harafiah dan tanpa batas.
Ada pula yang mempertanyakan “indie” dalam kapasitasnya sebagai kebebasan mutlak. Padahal independensi dalam wacana (2) sangat berbeda dengan (1). Artinya istilah indie sesungguhnya masih merujuk ke spesifikasi tertentu. Indie akan mampu dipahami secara proporsional bila ditelusuri ke konteks historis atau wacana terjadinya pembentukan istilah itu. Namun jarang ada media yang mau menggali lebih dalam. Sehingga “indie” cenderung dikotakkan sebagai musik laris manis yang cocok bagi selera awam. Sedangkan musik indie sesungguhnya yang underrated malah diabaikan. Hal semacam itulah yang kerap menimbulkan miskonsepsi publik bahwa “indie” semata-mata pola kerja dan kemurnian idealisme.
Bagaimana bila sebuah band beridealisme mainstream tapi mereka berproduksi secara swadaya? Apakah itu termasuk indie ? Tentu tidak. Karena independen secara minor label atau self-released tidak menjamin artis/label itu berkarakter indie. Karena seseorang yang berjiwa mainstream pun bisa saja menghasilkan karya berkarakter mainstream tapi dikemas secara Do-It-Yourself dengan dalih kebebasan ekspresi atau budget minim.
Kasusnya seperti gaya rambut suku indian “Mohawk” yang sudah ada sebelum punk. Namun orang cenderung menggeneralisir semua gaya rambut mohawk sebagai representasi punk. Padahal tidak semua orang yang berambut mohawk menganut ideologi punk. Demikian pula halnya pada pemahaman minor label atau self-released yang disetarakan indie, padahal keduanya bukan parameter mutlak bagi status indie.
Oleh karena itu, perlu ada pembelajaran bagi masyarakat agar mereka tidak latah terhadap istilah “indie”. Artinya publik patut memahami bahwa segala sesuatu yang independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label). Asal mula kata independent menjadi indie bermula dari tabiat anak-anak muda Inggris yang suka memotong kata agar mempermudah pelafalan informal seperti; distribution menjadi distro, british menjadi brit, dsb. Di balik pemendekan kata independen itu kemudian terkandung sebuah definisi kontekstual indie yang menjadi basis pergerakan subkultural. Sehingga sejak masa itu tidak sembarang makna independen secara umum bisa diasosiasikan dengan indie. Namun hingga kini pun orang awam masih sering salah paham dengan menyamakan makna indie dalam wacana (2) dengan independen dalam wacana (1).
Namun seperti uraian di atas, dalam perkembangannya istilah indie mengalami perluasan makna akibat eksploitasi media massa yang menjadikannya rancu. Secara general, definisi indie di Indonesia cenderung dipublikasikan sebagai pola kerja mandiri semata. Padahal esensi indie bukan sekadar kemandiriannya saja, namun lebih kepada Roots-Character-Attitude (RCA) yang bertumpu pada resistensi terhadap mainstream. Sebagai contoh, The Smiths dan New Order dirilis oleh Warner Music namun reputasinya masih diakui sebagai band indie karena RCA mereka adalah indie. Bahkan secara internasional indie diakui sebagai genre.
Itu artinya, ada sebuah konsensus global yang memahami indie dalam spesifikasi musik tertentu. Lalu bagaimana menentukan band itu indie atau bukan? Disinilah arti penting parameter RCA yang telah disebutkan tadi. Guna mendistribusikan rekaman indie, para scenester (aktivis musik) indie membangun jalur distribusi di luar sistem mainstream yang kemudian dikenal sebagai distro. Dengan demikian, indiepop sebenarnya menerapkan unsur-unsur budaya resistensi punk walaupun para pelakunya tidak berdandan ala punk. Keistimewaan indie terletak pada jaringan kerjanya. Indie tanpa networking akan menjadi benteng tanpa prajurit.
Dalam relasinya indie cenderung lebih mengedepankan unsur humanis. Dukungan mutualisme semacam ini sebenarnya adalah warisan dari 3 dekade silam ketika indie label yang lebih besar memberi dukungan kepada indie label yang lebih kecil untuk berkembang lebih pesat tanpa mengawatirkan rivalitas pasar. Indie bergerak kepada orientasi pendengar yang segmentatif. Kalaupun akhirnya mendapat respon luas, itu dianggap senagai bonus saja. Faktor penentunya adalah sikap artis/band indie tersebut ketika mulai dikenal secara luas. Mereka harus lebih bijak dalam menjaga pakem agar karakternya tidak terseret menjadi pasaran atau kacangan.
Bisa dibilang indie yang ideal adalah indie yang ekslusif. Parameter tersebut adalah RCA yang mengacu pada subkultur indiepop itu sendiri. Singkatnya indie adalah etos cutting edge, avant garde atau budaya kreatif yang menjadi alternatif dari pola-pola musik pada umumnya.
Seiring perkembangan corak musik, indiepop masa kini secara musikal memang tidak lagi sarat dengan punk. Namun etos punk masih dan akan selalu dianut olah para musisi indiepop di belahan dunia manapun. Dengan musik yang sangat catchy dan selling, sebenarnya banyak band indiepop yang berpeluang besar untuk menjadi artis jutaan kopi dengan menawarkan demo ke major label. Namun mereka tidak melakukan itu karena orientasi mereka bukan sekadar popularitas dan kemewahan, namun lebih kepada kepuasan personal dan idealisme dalam berkarya. Bahkan ada yang menolak tawaran manggung hanya karena skala pentas dan panggungnya terlalu besar.
Sikap semacam itu pun banyak ditunjukkan band indiepop lainnya dengan menjaga jarak dengan pers umum. Inilah contoh sikap punk yang berbeda dari stereotipe artis mainstream. Musisi lokal yang memang ingin menjadi indie seharusnya banyak belajar dari situ sehingga mereka tidak menjadi popstar wannabe yang terobsesi gemerlap popularitas secara mainstream. Kurt Cobain bisa jadi contoh ideal sebagai figur musisi indie karena dia malah depresi saat musiknya kian terkenal dan pasaran. Indiepop mengajarkan pada kita bahwa pop tidak diukur dari sebarapa banyak rekaman yang terjual atau seberapa banyak penggemarnya. Ketika industri mainstream menganggap musik yang bagus harus dilegitimasi oleh hype/trend massal dan dominasi chart, indiepop secara murni menghargai musisi dari musiknya, bukan dari popularitas. Indiepop juga meyakini bahwa pop tidak harus masuk Top 40 atau diliput media mainstream. Pop dalam konteks indiepop adalah cita rasa berbalut sikap menentang mainstream.
Kurang lebih 10 tahun sudah indiepop eksis di Indonesia sebagai sebuah genre dan kultur tandingan; setipe dengan metal, punk maupun hardcore bersama fanzine-nya yang telah berkembang lebih dahulu. Bandung dan Jakarta adalah dua kota yang menjadi sentra kemunculan dan berkembangnya indiepop di negeri kita. Dari sana baru beberapa tahun kemudian indiepop mulai menyebar sampai ke Jogja, Surabaya, Semarang, bahkan hingga kota kecil seperti Purwokerto, Malang, Bogor, Salatiga, dst.
Beberapa tahun kemudian, Jakarta semakin berkembang dengan lahirnya generasi baru yang tidak sekadar terpengaruh britpop, melainkan varian yang lebih progresif (twee, jangle, bliss, folk, dsb.). Blossom Diary, Santa Monica, The Sweaters, Sugarstar, C’Mon Lennon, Ballads of the Cliché, Belladonna, dan The Sastro adalah sekian dari banyak penerus kultur indiepop saat ini. Jangkauan mereka pun makin mendunia dengan dirilisnya karya mereka oleh berbagai label indiepop di luar negeri. Perkembangan indiepop di Jakarta juga ditunjang oleh maraknya komunitas yang tersebar di hampir seluruh penjuru Ibu kota seperti Balai Pustaka, Senayan Street, dsb. Berkat pergerakan semacam itulah scene Jakarta mampu terus berkembang melalui regenerasinya yang sangat dinamis. Begitu pula dengan perkembangan scene musik di Bandung dan Jogja.
Dalam skala global, indiepop telah berkembang menjadi jaringan kerja antar bangsa yang memungkinkan terjadinya rotasi untuk saling merilis rekaman di negara masing-masing. Mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik karena idealisme mereka terhadap indie sama-sama merujuk kepada pemahaman internasional,. Jaringan ini akan semakin solid dengan munculnya generasi baru yang tumbuh dengan idealisme mengakar dalam jiwa mereka, yaitu spirit independensi untuk selalu menjadi counter-culture terhadap musik mainstream, resistensi pada tren atau selera awam, dan idealisme self-sustain/self-indulgement yang menjadi karakter eksistensinya, seperti kawan-kawan mereka di negara lain di seluruh belahan dunia.
Semoga wacana ini bisa menjadi pengantar bagi kamu yang ingin lebih mendalami musik indie. Mulailah dengan memahami bahwa independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label). Dari situ niscaya kamu akan memperoleh pencerahan untuk menyadari bahwa selama ini “indie” yang dimanipulasi secara mainstream adalah suatu pembodohan. Jadi kalau ada band pop non-major label yang musiknya setipe Colpdlay atau Nidji dan mereka mengklaim dirinya “indie”, berarti kamu sedang dibodohi. [ minormusik ]
The United Indonesian Indie Revolution.
Ada ketakutan yang sangat mendalam yang tidak bisa aku sembunyikan…
Rasa cemas itu kian kuat, rasa takut itu kian membumbung…
Aku tidak tau mesti bicara dengan siapa…, mesti aku muntahkan dengan siapa…
Dan akal bodohku akhirnya muncul juga. Sebuah akal bodoh sejak aku kecil dolo…
Aku coba untuk tidur agar perasaan kalut itu hilang dan terlupakan…
Namun setelah aku terbangun di tengah malam…
Perasaan itu kembali hadir…
Tubuhku menggigil…
Jiwaku merintih…
“ Wahai ibu pertiwi sang pujaan…
Apa yang bisa aku perbuat untukmu wahai cinta sejatiku…
Aku tau engkau sedang bersedih dan sakit…
Aku takut engkau akan pergi meninggalkanku…”
“ Tuhan….
Jika Engkau masih sudi mendengarkan keluh kesah dan harapanku…
Maka aku hanya mampu berdoa dan berharap padaMu wahai ya Rabb….
Berilah kekuatan kebesaran hati para pemimpin kami…
Agar menjelang pilpres…
Pada saat pilpres…
Dan pasca pilpres…
Bangsa ini dapat bertahan dan tidak akan ada perpecahan… “
Panasnya pilpres benar-benar telah membakar darahku…
Isu sukuisme sudah mulai di dengungkan…
Dan melalui tulisan yg sederhana ini saya hanya mempu merintih…
Dimana letak jiwa besar para calon pemimpin bangsaku…???
Terlalu letih bung karno mambangun bangsa ini…
Menyusun balok-balok kesukuan menjadi kebhineka tunggal ika-an bangsa…
Merancang ideologi bangsa dengan tetesan airmata…
Membentuk undang-undang dasar dengan segenap jiwa raga…
Dan merebut kemerdekaan dengan jutaan nyawa…
Siapapun berhak untuk menjadi presiden bangsa ini…
Suku manapun berhak untuk menjadi presiden bangsa ini…
Agama apapun berhak untuk menjadi presiden bangsa ini…
Karena bangsa indonesia juga keturunan bangsa nuswantara…
Sejak berdirinya majapahit dan sriwijaya dulu…
Karena bangsa indonesia inipun keturunan bangsa jawadwipa…
Sejak sebelum sriwijaya di dirikan…
Lalu mengapa mengingkarinya bahwa kita bukan dari keturunan jawa…
Mau jawa ataupun bukan jawa…, kita semua tetaplah pewaris sah…tanah jawadwipa….
Dan itu artinya kita adalah pewaris sah negeri tercinta indonesia…
Siapapun berhak untuk menjadi presiden…
dan untuk membangun kembali bangsa ini…
tidak mungkin dilakukan dengan cara menyulap… ( memangnya ini negeri dongeng ? )
semua membutuhkan sebuah proses…
dan kita semua merindukan sebuah proses kearifan…
sebuah proses kejujuran…
sebuah proses pengabdian…
sebuah proses kedewasaan…
proses-proses inilah yang akan mendidik kita semua untuk menjadi para kesatria sejati dan sejatinya kesatria…
dan jiwa-jiwa yang seperti inilah yang akan mampu di jadikan modal dasar membangun indonesia baru…
menjadi pemimpin baru yang sah…
mendobrak keangkara murkaan politik busuk…
meluluh lantakan jiwa-jiwa kerdil yang licik dan picik…
menghancurkan kesombongan ke-aku-an…
wahai ibu pertiwi tercinta…
dengarkanlah sumpah setia kami sebagai anak bangsa…
01. Tidak akan aku biarkan bumi ini pecah berkeping-keping menjadi negara bagian…
02. Tidak akan kami berikan sedikitpun pada siapapun itu untuk merubah bahkan mengganti pancasila menjadi ideologi lain…
03. Tidak akan kami biarkan anak bangsa apalagi bangsa lain berbuat sesuatu yang menjadikan merah putih turun dari tahtanya. Apalagi merobek dan membakarnya.
Terlalu dalam rasa cinta ini padamu wahai ibu pertiwi…
Hingga kami rela menyerahkan darah dan nyawa kami untukmu…
Semua ini kami lakukan hanya demi satu hal…
“ AKU INGIN MELIHATMU TERSENYUM KEMBALI “
I love Indonesia TITIK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
( klo mau protes, ya silahkan. Bebasss kok….)
Debat Calon Presiden RI. Sebuah isu yang menarik untuk sekedar ditulis dan jadi sebuah wacana.
Yang pertama adalah :
• Kami tidak faham mengapa judul acaranya harus dengan kalimat “ DEBAT CAPRES “.
• Apa yang harus kami tonton dan apa yang harus di perdebatkan ?
• Apakah untuk mengetahui tingkat kecerdasan pengetahuan cawapres, dlm mendiagnosa permasalahan bangsa, lalu memberikan obat yang pas dlm menyembuhkan penyakit bangsa. harus diadu dengan sebuah perdebatkan?
• Jika dalam acara tersebut tidak muncul sebuah wacana perdebatan sebagaimana yg di harapkan oleh para sutradara. Mengapa juga harus di protes?
• Lalu siapakah sebenarnya sutradara sandiwara domokrasi-demokrasian ini ?
Wahai saudaraku sebangsa dan setanah air….
• Kami sebanarnya tidak membutuhkan perdebatan!
• Bangsa ini sebenarnya lebih membutuhkan kita semua bergandengan tangan. Bersatu padu membangun bangsa. Tanpa peduli siapapun elemen kita. ( masih ingatkah akan tulisan bhineka tunggal ika ? )
• Jika dalam acara debat cawapres tersebut terjadi sebuah kesamaan pola pikir dan cara pandang dalam memulai pembenahan bangsa. Mengapakah kita harus kecewa…? ( ini aneh sekali…)
• Kesamaan pola pikir dan cara pandang adalah modal awal yang bagus untuk membangun bangsa kembali. Meskipun metodologinya beda.
• Haruskah dipaksakan sebagaimana kemauan segelintir orang agar terjadi perdebatan yang justrus akan semakin tidak bermutu…, memperkeruh sesuatu yang seharusnya tdk perlu keruh…membodohi dan membohongi anak bangsa kembali dengan sandiwara debat yang memang seharusnya tdk perlu di perdebatkan lagi. ( kalau debat terus, kapan berbuat sesuatu – nya u bangsa ini…??? )
• Demokrasi indonesia adalah demokrasi indonesia. Bukan demokrasi amerika atau bangsa lain yang harus di paksakan pd bangsa indonesia.
• Biarkan bangsa ini berproses untuk menemukan identitas demokrasi yang sesuai dengan budaya bangsa.
• Bersyukurlah bahwa bangsa saat ini bisa menjalankan proses demokrasi yang unik. Yang sejak berdinya bangsa ini belum pernah diadakan pemilihan sebagaimana saat ini sedang kita lakukan.
• Tidak ada yang sempurna dalam sebuah proses, apapun itu wujud sesuatu di dunia ini. ( bukankah menikmati prosesnya itu lbh baik ketimbang hasil ??? )
• Marilah berkaca pada cermin. Cermin itu tidak pernah berbohong. Cermin itu selalu jujur. Jika untuk memimpin diri sendiri saja belum bisa, mengapa harus selalu mengoreksi orang lain…? Jika untuk memimpin keluarga sendiri saja belum becus, mengapa harus mengorek perbuatan dan kelakuan tetangga??? Pemimpin itu amanah dan pasti akan dipertanggungjawankan kelak di kemudian hari. Dan pemimpin itu bukanlah rebutan, gontok-gontokan apalagi perdebatan.
• Marilah mengoreksi diri kita sendiri sebelum kita mengoreksi kekurangan orang lain.
• Jika kita merasa mampu untuk berbuat sesuatu yang lebih baik u bangsa ini. Lakukanlah…dan tidak perlu pamer apalagi takabur ( sombong ). ( Sepi ing pamrih, Rame ing agawe )
• Tidak ada yang Maha Pintar kecuali Dia. Tidak ada yang Maha Tau kecuali Dia. Tiada yang maha Demokrasi kecuali Dia. Tiada yang Maha Pancasila kecuali Dia.
Ya Tuhan…berilah kekuatan hati ini agar tidak semakin sedih melihat kondisi bangsa ini….
• Jika korupsi, kolusi dan nepotisme itu mau dihapuskan di dunia ini, apa itu bisa….? Bukankah itu juga sunatulloh ? kita sebagai manusia dan bangsa hanya berupaya untuk menguranginya…baik melalui pendidikan, penegakan hukum maupun dengan budaya dan dakwah. Buktinya sejak jaman sejarah nabipun telah ada yang namanya korupsi, kolusi dan juga nepotisme. Dan itu terjadi 1600 th lebih yang telah lalu. Dan saat ini, detik pun juga masih ada. Dimanakah letak manusia yang paling hebat di dunia ini yang bisa menghentikan yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme…???? Dan dimanakah letak negara di dunia ini yang tidak terkena penyakit ini…??? Coba tunjukan pada anak bangsa jika ada dan mana buktinya…??? ( kalimat ini tidak untuk mengamini adanya korupsi, kolusi dan juga nepotisme yang sudah kelewat batas ).
• Adakah negara di dunia ini yang sempurna dalam menegakkan demokrasi dan juga penegakan masalah HAM ???
• Adakah negara di dunia ini yang ideologinya lebih bagus di bandingan dengan ideologi PANCASILA ???
• Adakah negara di dunia ini yang kekayaan alam dan budayanya melebihi kekayaan bangsa indonesia ???
• Sayang kebanyakan kita tidak menyadarinya dan mensyukurinya. Bahkan cenderung kufur, lbh suka menuntut banyak hal ketimbang berbuat sesuatu u kebaikan bangsa. ( sudah tau terpuruk malah dibikin tambah terpuruk…)
• Mari sadarilah bersama bahwa hanya melalui kekuatan persatuan dan kesatuan bangsalah yang akan mempu mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan. Dan ingatlah bersama bahwa saat kita merebut kemerdekaan bangsa dari penjajah, kitapun merebutnya dengan kekuatan semangat itu. Bukan dengan semangat merasa paling benar sendiri, paling pandai sendiri, paling cepat sendiri, paling merakyat sendiri, paling berbudi sendiri. Atau apapun yang serba paling….
• Bangsa ini tidak akan pernah bangkit jika keadilan berperikehidupan berkebangsaan ini belum di tegakkan.
• Dan keadilan inipun juga tidak akan bisa ditegakkan jika kita semua belum berkecukupan sandang, pangan dan papan.
• Berkecukupan sandang, pangan dan papan inipun tidak akan pernah terwujud jika perekonomian bangsa kita tidak dikembalikan pada fitrahnya. Kembalikanlah system perekomonian kita pada rakyat dengan membangun kembali kekuatan lumbung desa.
• Lumbung – lumbung desalah yang akan membentuk ketahanan sandang, pangan dan papan seluruh rakyat.
• Berikanlah ruang gerak dan wadah pada seluruh elemen anak muda bangsa untuk berproses. Agar ia fahan akan sejarah bangsanya, faham akan geografis bangsanya, faham akan ideologi bangsanya, faham akan adiluhung budaya bangsanya, faham akan kekuatan dan kekayaan bangsa guna membangun kembali negeri ini.
• Didiklah kami anak bangsa ini dengan kearifan budaya lokal untuk dapat menciptakan kembali semangat nasionalisme melalui spirit primordialisme. Dan adalah sebuah nihilisme jika nasionalisme dibangun dengan tidak menumbuhkan rasa primordialisme terlebih dahulu.
• Bimbinglah kami sebagai anak bangsa agar kami faham dan bangga akan kesukuan tiap diri anak suku bangsa.
• Janganlah kami cekoki budaya barat yang kami tidak mengerti dan membuat kami lupa serta makin tidak tau siapa diri kami.
Teruntuk ibu pertiwiku yang sedang sedih dan tidak tau kapan engkau akan tersenyum kembali….hiks…3x…
