
menunggu kolo mongso merupakan laku spiritual yang menyita energi lahir dan batin penuh dengan kepasrahan dan kesabaran….
dalam kepasrahan ada ikhtiar dan jihad yg membara….dan dalam kesabaran ada syukur yang tiada hentinya…..
kehadiran satrio piningit yang dinanti oleh bangsa kita, yang akan membawa pada dunia yang di sebut sebagai “ratu adil” telah mengerak, menjadikan sebuah mimpi terpatri dalam keyakinan akan hadirnya dalam realita berperikehidupan, berkebangsaan dan bernegara.
satrio piningit bukanlah sebuah rekayasa….ia hadir karena kehendak Tuhan, Tuhan menghendaki karena umatnya membutuhkan….dan mendoa, memohon….kehadirannya menjadi pengayom bagi semua kalangan. manjadi suri tauladan bagi siapapun…dialah miniatur figur Rosullulah SAW, dalam konteks ruang dan waktu yg berdeda.
inilah esensi satrio piningit yang selama ini menjadi wacana dalam ruang publik kita. lain halnya dengan wacana yang ingin saya tulis dalam blog ini…
satrio piningit yang sebenarnya adalah kita semua, seluruh elemen masyarakat, siapapun itu tanpa pandang bulu…
ia mampu meneberkan kebaikan dimanapun ia berada. ia sadar betul akan existensi diirnya di dunia ini. mengemban amanah TUhan yang pertama yaitu berusaha semaximal mungkin untuk jadi abdullah yang terbaik. sebagai konsekwensi akan ikrar yang telah ia sampaikan 3000 th lalu ketika ruh masih berada dalam alam laufulmahfud.
ia mampu berfikir revolusioner namun tetap membumi. ia sangat visioner dan berkarakter namun demikian ia tetap bersahaja dan bijaksana. menguasi azimat yang di sebut ” AZIMAT ASTO BROTO ” delapan titik cakra yang telah melebur dalam dirinya.
memahami sejarah dan mampu mengambil intisarinya serta mampu mengamalkannya. well come satrio piningit !!!

0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Telah berpartisipasi untuk memajukan seni budaya bangsa ( perkembangan music ) di tanah air dan telah membuktikan kecintaan kita pada bumi pertiwi.